Adult kidneys constantly grow, remodel themselves, study finds

Studi Stanford: Ginjal Orang Dewasa Terbukti Terus Tumbuh dan Memiliki Kemampuan Regenerasi

Selama beberapa dekade, dunia medis memercayai asumsi bahwa sel-sel ginjal tidak lagi berkembang biak setelah organ tersebut terbentuk sempurna. Namun, penelitian dari Stanford Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine bersama Sackler School of Medicine di Israel berhasil mematahkan dogma lama tersebut.

Melalui artikel yang dipublikasikan di kanal Stanford Medicine, penelitian ini menunjukkan bahwa ginjal bukanlah organ yang statis. Sebaliknya, ginjal orang dewasa terus tumbuh, merombak diri, dan melakukan perbaikan secara konstan sepanjang hidup. Proses regenerasi ini tidak bertumpu pada satu jenis sel punca (stem cell) pusat, melainkan digerakkan oleh sel-sel progenitor khusus yang tersebar di berbagai segmen jaringan ginjal.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa proses pertumbuhan kembali sel ginjal ini dipicu oleh aktivasi jalur seluler yang melibatkan protein bernama Wnt. Penemuan ini membuka peluang medis yang sangat besar. Dengan manipulasi atau pengaktifan jalur Wnt yang tepat, kemampuan regenerasi alami ginjal dapat ditingkatkan untuk memulihkan organ yang rusak akibat berbagai masalah kesehatan atau penyakit kronis.

Kesimpulannya, penemuan ini memberikan harapan baru dalam dunia nefrologi. Ginjal memiliki kapasitas bawaan untuk beradaptasi dan memperbaiki dirinya sendiri, sehingga peluang kesembuhan bagi pasien gangguan ginjal masih terbuka lebar melalui pendekatan terapi regeneratif di masa depan.

  • Penulis Utama :

    – Yuval Rinkevich, PhD (Penulis utama dan peneliti pascadoktoral di Stanford Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine saat penelitian dilakukan).
    – Benjamin Dekel, MD, PhD
    (Profesor pediatri dan kepala Institut Penelitian Sel Punca Anak di Sheba Medical Center, Israel).
    – Irving Weissman, MD
    (Direktur Stanford Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine).

  • Institusi Kolaborasi:

    – Stanford Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine, Amerika Serikat.
    – Sackler School of Medicine
    di Tel Aviv University dan Sheba Medical Center.

  • Penerbit Jurnal: Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell Reports (edisi Juni 2014).